Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012


Image
Cara setting (program) untuk tambah transpoder, cari transponder (tambah frekwensi) tambah satelit, edit satelit, setting 2 in 1 lnbf utk satelit Palapa D dan Telkom 1, ganti nama  satelit dan blind scan atau cari otomatis untuk DVB Digital Satelit Receiver ;
Receiver Matrix Lemon, Matrix Apple, Matrix Super II, Matrix Java II, Matrix Turbo II, Matrix Spider II, Matrix Banana, Matrix Yori, Matrix Yoko dan  Receiver Matrix – Matrix seri lainnya yang menu nya serupa dengan gambar di posting ini.
Receiver Venus Yaris, Venus Cabe Rawit, Venus Cabe Rawit Ijo, Venus Terios,  Venus Millenium II, Venus Estilo, Venus Bravo, Venus Meteor, Venus Livina, Venus Cromus dan Receiver Venus – Venus seri lainnya yang menu nya serupa dengan gambar di posting ini.
Receiver Hansen kd 1, Hansen kd 2, Hansen kd 3
Rceiver QQ, Receiver Goldsat, Receiver Digitsat, Receiver Gadmei, Receiver i-TV, Receiver MULTIFACE MF-R7600,Receiver LGX LX18, Receiver Tennox dan berbagai Receiver Digital merek lainnya tapi dengan menu serupa.
Berikut urutan-urutan cara program (setting) tambah transpoder, cari transponder (tambah frekwensi), tambah satelit, edit satelit,setting 2 in 1 lnbf, ganti nama  satelit dan blind scan atau cari otomatis untuk receiver digital parabola
1. Cara tambah progam atau tambah saluran atau tambah siaran di receiver parabola
1 tekan menu di remote
tekan “Menu” di remote akan muncul tampilan berikut pilih “Buat Saluran” lalu tekan ok
2 isi freq, sr,pol
pilih “satelit’ (nama sat) lalu geser cursor bawah sampai ke “Tambah TP” tekan “OK” silahkan di isi freq, symbol rate dan polaritas nya sampai signal kualitas muncul.
3 tekan cursor ke cari lalu tekan ok
geser cursor ke  ”cari” lalu silahkan di pilih mode pencarian nya misal nya “semua” itu semua siaran yang ada di transponder tsb semua di cari, sedangkan kalau kita pilih mode “bebas” itu hanya siaran yg bebas acak aja yg di cari. Tunggu sampai selesai search trs tekan “exit” di remote dan chanel baru dah siap dinikmati.
2. Cara Tambah Satelit di receiver parabola
4 tambah satelit tekan menu trs tkan cusaor kanan di remote
Tekan “menu” trs tekan kursor “kanan” di remote akan muncul tampilan seperti gambar diatas pilih “Tambah Satelit” trs tekan “ok” di remote akan muncul menu seperti gambar di bawah ini.
5 tekan ok keluar keybord isi nama sat trs ok
tekan “OK” atau angka”1″ akan muncul keybord untuk merubah nama satelit sesuai keinginan anda trs tekan “menu” utk simpan.
3. Edit Satelit ( nama sat, setting diseq, setting 22 khz, setting lnb, setting 2 in 1 lnb)
6 edit sat
Tekan “menu” trs tekan kursor “kanan” di remote akan muncul tampilan seperti gambar diatas pilih “Edit Satelit” trs tekan “ok” di remote akan muncul menu seperti gambar di bawah ini.
7 edit sat palapa
silahkan di edit yg mau anda edit. ini contoh edit utk sat Palapa D utk 2 in 1 lnb dengan pemasangan standar utk 2 lnb Palapa D dan Telkom 1. Kalau anda mau ganti nama satelit nya tekan angka 1 di remote, maka akan keluar keyboard nya.
8 edit sat telkom 1
contoh edit satelit untuk Telkom 1 dengan 2 in1 lnbf yang menggunakan 2 lnbf untuk sat Palapa D dan Telkom 1. tekan “menu” di remote utk simpan sekaligus keluar dari menu ini.
4. Mencari Otomatis (Blind Scan) sebelum nya anda harus pastikan posisi parabola harus pas di satelit yang mau anda blind scan (mencari otomatis) dengan cara seperti pada point 1 yaitu harus dapat signal salah satu transponder di sat yg mau di blind scan.
9 mencari otomatis (blind scan)
Tekan “menu” trs tekan kursor “kanan” di remote akan muncul tampilan seperti gambar diatas pilih “Mencari Otomatis” trs tekan “ok” di remote akan muncul menu seperti gambar di bawah ini.
10 pilih nama sat yg mau di cari otomatis
pilih nama “satelit” trs pilih mode “Cari” kalau “Semua” artinya siaran yg ‘diacak’ dan ‘tidak diacak’ tersimpan semua, kalau “Bebas” artinya hanya menyimpan siaran yg ‘tidak diacak’ saja.
11 cari otomatis sedang search chanel
Tunggu selesai blind scan dam tekan “ok” lalu tekan “exit” di remote dah selesai dan semua freq masuk tanpa perlu kita tau freq nya. Mencari otomatis (blind scan) memang sangat praktis.
Kalau sewaktu anda blind scan atau sewaktu anda tambah channel muncul “MEMORY PENUH” atau “TIDAK CUKUP MEMORY” atau “MEMORY 100%” atau sejenis nya, solusi nya tekan “Menu” trs kursor bawah trs pilih “BUAT SALURAN” trs pilih “TP” trs pilih “HAPUS TP” yg tdk terpakai utk di hapus sebanyak mungkin, jg satelit yg lain yg tp nya tdk terpakai, atau bisa juga dengan Reset ke “PARAMETER PABRIK” atau “FACTORY DEFAULT” (tetapi dengan resiko semua channel yg sudah tersimpan sebelum nya akan hilang dan anda mesti scan ulang semua satelitnya) supaya memory rec nya kembali ada ruang.
Kalau sesudah anda scan rec dengan mode pencarian “SEMUA” maka di sebagian sat ada yg transpoder punya PAY TV yg anda terima dengan tanda $  dengan tulisan PROGRAM RAHASIA atau PROGRAM DIBATASI atau DI ACAK dan sejenis nya, nah ini saya upload contoh nya, soal nya banyak yg tanya ini padahal ini rec sudah di beri label sama pabrik nya FTA (free to air) malah nanya gimana mau buka $ nya ?? jawab nya tentu tdk bisa, sesuai dengan tanda $ nya, maka cara buka nya mesti pakai $ jg, contoh nya klik disiniSelanjut utk HAPUS, PINDAH. FAV, UBAH, DLL sebagian rec meminta “SANDI INPUT” sandi input default nya adalah “0000” semoga pertanyaan-pertanyaan senada tdk ada lagi, ini menjaga supaya yg baca tdk bosan sama pertanyaan2 ini trs.
Kalau masih punya buku manual atau buku petunjuk pemakaian mungkin lebih gampang lagi dan perhatikan perintah di layar tv anda.
Silahkan di lengkapi utk receiver2 atau hal2 lainnya yg belum termuat di sini supaya bermanfaat bagi anda dan temen2 lain nya.

TRICK ATAU CARA MEMPERBAIKI RECEIVER PARABOLA YANG RUSAK


Demikianlah trick sederhana ini.

Prinsip Menyerang dalam Sepakbola: Compressing The Field


Image
Satu prinsip penting yang harus diingat ketika sedang menyerang adalah bagaimana meningkatkan penetrasi kita pada bola. Bagaimana? Caranya adalah dengan compressing the field ‘menekan lapangan’. Maksudnya, seiring dengan bergeraknya bola ke arah depan, kita sebagai satu tim harus ikut bergerak maju. Dengan demikian, support terhadap teman yang membawa bola akan maksimal, dan kita akan mencoba memenangkan jumlah di daerah lawan (yakni bagaimana agar jumlah yang terlibat dalam serangan tidak kalah dengan jumlah para pemain lawan yang bertahan).
Demikian pula, kiper juga jangan hanya berdiri di garis gawang. Ketika tim sedang naik, kiper harus ikut naik, bahkan sampai keluar kotak gawang. Namun keluarnya jangan terlalu jauh. Ya, diperkirakan lah. Dalam sepakbola modern, kiper juga ‘harus ikut bermain’. Dalam hal ini, kiper memiliki peran sebagai seorang sweeper (libero). Pendek kata, kiper harus rangkap jabatan: jadi kiper dan sekaligus jadi sweeper.
Adapun batas dari compressing the field adalah sampai tim kita tinggal menyisakan dua back di garis tengah lapangan. Apakah tidak masalah pemain paling belakang kita naik sampai ke garis tengah? Tidak masalah! Jika pemain kita yang paling belakang berada di garis tengah, sudah pasti pemain lawan yang paling depan juga tidak akan naik ke daerah kita melebihi garis tengah. Jika ya, mereka offside. Namun perlu diingat pula, dua back kita yang paling belakang tadi tidak boleh naik melebihi garis tengah, karena aturan offside tidak berlaku bagi lawan di daerah mereka sendiri.
Lihat ilustrasinya disini.

Prinsip Tutup dan Buka dalam Sepakbola


Image
Satu strategi bermain sepakbola yang telah disepakati oleh pakar sepakbola adalah prinsip buka tutup. Prinsip ini mengatakan bahwa jika tim menguasai bola maka tim harus meregang (membuka) dengan memanfaatkan lebar dan panjang lapangan, sebaliknya jika tim sedang kehilangan bola maka tim harus merapat (menutup) membentuk satu formasi yang compact (padat).
Mengapa tim ketika sedang menguasai bola harus meregang? Jawabannya sederhana saja: agar tim memiliki ruang yang lebih luas untuk mempermudah penguasaan bola dan mengurangi pressing tim lawan. Lalu mengapa tim harus merapat (compact) ketika sedang kehilangan bola? Jawabannya juga sederhana: agar pressing terhadap bola bisa dilakukan secara lebih kuat, agar bola sulit mendapatkan celah untuk dialirkan ke arah gawang kita, dan supaya lawan kesulitan melakukan kombinasi-kombinasi terhadap bola.
Klik disini untuk melihat ilustrasinya.
Perpindahan dari keadaan membuka ke keadaan menutup dan demikian pula sebaliknya disebut sebagai transisi. Jika tim kita menguasai bola lalu tiba-tiba kehilangan bola maka seluruh pemain harus menutup (merapat). Merapat kemana? Acuannya adalah bola. Merapatnya adalah merapat ke arah bola. Adapun jika tim kita awalnya kehilangan bola yang dengan demikian dalam keadaan menutup lalu tiba-tiba memegang bola maka seketika itu pula para pemain harus membuka. Mudah kan? Memang mudah asalkan semua pemain memahaminya. Satu pemain saja tidak paham atau tidak disiplin dengan prinsip ini, sudah pasti strategi ini tidak akan berjalan. Jadi, sepakbola memang betul-betul membutuhkan kekompakan!

Prinsip Bertahan dalam Sepakbola: Compact dan Serempak


Image
Prinsip penting dalam bertahan yang harus diingat-ingat adalah compact (padat merapat) dan serempak. Yang dimaksud dengan compact adalah jarak antar pemain harus cukup rapat, jangan terlalu renggang. Kesepuluh pemain dalam pola 4-4-2 harus membentuk kotak maya dengan ukuran horisontal (lebar) 30 meter dan ukuran vertikal (panjang) 30 meter. Atau dengan kata lain, jarak antar lini adalah 10 meter. Dan jarak antar pemain dalam satu lini adalah 7 meter. Terutama lini belakang (yang merupakan pertahanan terakhir), jarak antar pemain tidak boleh lebih dari ini. Bahkan bila dirasa perlu, misalnya ketika bola berada di area kotak gawang, jarak lebih diperkecil lagi (lebih rapat lagi).
Kotak maya berukuran 30 m x 30 m ini harus senantiasa bergerak serempak ke arah bola. Untuk bisa bergerak serempak, tentu saja dibutuhkan kekompakan. Tanpa kekompakan, semua tidak akan bisa berjalan. Satu saja pemain tidak paham atau tidak disiplin dengan prinsip ini, sudah pasti strategi ini tidak akan bisa berjalan.
Klik disini untuk melihat ilustrasinya.
Dalam ilustrasi diatas terlihat bahwa kesepuluh pemain (warna merah) dalam formasi yang compact senantiasa bergerak secara serempak mengikuti arah bola (warna biru). Hal seperti ini harus dilakukan setiap kali tim kita kehilangan bola, atau dengan kata lain bola sedang dikuasai oleh lawan. Selanjutnya, tujuan kita sudah pasti adalah merebut bola secepatnya. Jika tidak bisa, setidak-tidaknya menghalangi bola dialirkan ke arah gawang kita atau menghalangi bola memasuki daerah berbahaya kita. Dan begitu bola berhasil kita rebut, para pemain harus langsung berpencar sesuai dengan prinsip tutup buka. Sederhananya, demikianlah semestinya sebuah tim bertahan.

Klasemen dan Jadwal Pertandingan Piala Eropa 2012 (Euro 2012)


Image
Klasemen Sementara
GROUP A
1. Poland
2. Greece
3. Russia
4. Ceko Rep
GROUP B
1. Nederland
2. Denmark
3. Germany
4. Portugal
GROUP C
1. Spain
2. Italy
3. Ireland
4. Croatia
GROUP D
1. Ukraine
2. Sweden
3. France
4. England
Quote
Jadwal Euro 2012
Jum’at, 8 Juni, 2012
Polandia vs Yunani, (23:00 WIB)
Sabtu, 9 Juni, 2012
Russia vs Republik Ceko, (01:45 WIB)
Belanda vs Denmark, (23:00 WIB)
Minggu, 10 Juni, 2012
Jerman vs Portugal, (01:45 WIB)
Spanyol vs Italia, (23:00 WIB)
Senin, 11 Juni, 2012
Republik Irlandia vs Kroatia, (01:45 WIB)
Prancis vs Inggris, (23:00 WIB)
Selasa, 12 Juni, 2012
Ukraina vs Swedia, (01:45 WIB)
Yunani vs Republik Ceko, (23:00 WIB)
Rabu, 13 Juni, 2012
Polandia vs Russia, (01:45 WIB)
Denmark vs Portugal, (23:00 WIB)
Kamis, 14 Juni, 2012
Belanda vs Jerman, (01:45 WIB)
Italia vs Kroatia, (23:00 WIB)
Jum’at, 15 Juni, 2012
Spanyol vs Republik Irlandia, (01:45 WIB)
Ukrania vs Prancis, (23:00 WIB)
Sabtu, 16 Juni, 2012
Swedia vs Inggris, (01:45 WIB)
Minggu, 17 Juni, 2012
Yunani vs Russia, (01:45 WIB)
Republik Ceko vs Polandia, (01:45 WIB)
Senin, 18 Juni, 2012
Portugal vs Belanda, (01:45 WIB)
Denmark vs Jerman, (01:45 WIB)
Selasa, 19 Juni, 2012
Kroatia vs Spanyol, (01:45 WIB)
Italia vs Republik Irlandia, (01:45 WIB)
Rabu, 20 Juni, 2012
Swedia vs Prancis, (01:45 WIB)
Inggris vs Ukraina, (01:45 WIB)
Jadwal Perempat Final Euro 2012
Jum’at, 22 Juni, 2012
Juara 1 Grup A vs Juara 2 Grup B, (01:45 WIB)
Sabtu, 23 Juni, 2012
Juara 1 Grup B vs Juara 2 Grup A, (01:45 WIB)
Minggu, 24 Juni, 2012
Juara 1 Grup C vs Juara 2 Grup D, (01:45 WIB)
Senin, 25 Juni, 2012
Juara 1 Grup D vs Juara 2 Grup C, (01:45 WIB)
Jadwal Semifinal Euro 2012
Semifinal 1: Kamis, 28 Juni, 2012
Pemenang 1A/2B vs Pemenang 1C/2D (01:45 WIB)
Semifinal 2: Jum’at, 29 Juni, 2012
Pemenang 1B/2A vs Pemenang 1D/2C (01:45 WIB)
Jadwal Final Euro 2012
Senin, 2 Juli, 2012
Pemenang 1A/2B – 1C/2D vs 1B/2A – 1D/2C (01:45 WIB)

Taktik Bertahan 1 vs 2


Bertahan 1 vs 2 artinya bertahan yang dilakukan oleh 1 orang defender menghadapi 2 orang penyerang. Kondisi 1 vs 2 memang tidak pernah diinginkan, karena dalam kondisi tersebut jumlah penyerang lawan lebih banyak daripada jumlah defender kita. Namun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika para pemain terlambat turun, kondisi 1 vs 2 bisa terjadi.
Dalam kondisi 1 vs 2, defender jangan langsung mem-pressure pembawa bola. Ini sangat berbahaya, karena dengan sekali gocek saja pembawa bola tersebut bisa mengumpankan bolanya kepada penyerang yang lainnya. Jika itu terjadi, penyerang yang baru saja menerima umpan tersebut sudah pasti hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper kita.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh sang defender? Yang harus dilakukan adalah membayangi saja pembawa bola, dengan memposisikan diri diantara penyerang yang membawa bola dan penyerang yang lainnya. Tidak diantara keduanya persis. Defender agak mundur ke belakang. Dengan demikian sang pembawa bola sulit untuk melepas tembakan langsung ke gawang, namun jika dia mengumpan kepada penyerang yang satunya besar kemungkinan umpan tersebut akan bisa dipotong oleh defender.
Dengan cara membayangi seperti diatas, paling tidak sang defender bisa mengulur-ulur waktu sambil menunggu ‘bala bantuan’. Ketika terjadi kondisi 1 vs 2 dan defender yang hanya satu orang tadi telah melakukan tugasnya mengulur-ulur waktu, para pemain lain harus tanggap dengan segera turun membantu, agar jumlah defender tidak lagi kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Jika para pemain lain tidak juga tanggap, sang defender yang hanya tinggal seorang diri tadi hendaknya meneriaki teman-temannya untuk turun.
Kondisi 1 vs 2 adalah salah satu kondisi dimana jumlah defender kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Kondisi lain yang serupa adalah 2 vs 3, 3 vs 4, 4 vs 5, dan seterusnya. Kondisi-kondisi seperti ini adalah kondisi yang merugikan dan berbahaya bagi tim yang bertahan. Selekas mungkin tim yang bertahan harus mengubah kondisinya sehingga jumlah defendernya paling tidak sama dengan jumlah penyerang lawan. Caranya? Ya yang masih di depan tuh turun dong, jangan ‘mbecak’ dan ‘melongo’ saja!

Contoh Bertahan Zonal Defence 4-4-2


Berikut ini contoh singkat bagaimana bertahan zonal defence dalam pola 4-4-2.
Klik disini untuk melihat skemanya.
Umpamakan kita adalah tim merah yang sedang bertahan, sedangkan lawan adalah tim biru yang sedang menguasai bola. Dalam contoh ini terjadi 4 aliran bola. Pertama-tama bola dipegang oleh kiper lawan lalu diumpankan kepada center back mereka. Dengan demikian bola berada di hadapan lini depan kita, di sisi tengah lapangan. Forward kita yang sebelah kiri (yang terdekat dengan bola) bergerak mem-pressure bola, di-cover oleh forward yang lainnya.
Namun center back lawan berhasil melewati barisan lini depan kita. Kini bola berada di kaki right back lawan, dan berada di hadapan lini tengah kita, di sisi kiri lapangan. Maka, right midfielder kita pun bergerak mem-pressure bola, dibantu oleh salah satu forward terdekat. Dengan demikian bola di-press oleh dua orang pemain kita (1+1). Ketiga pemain lain di lini tengah menyesuaikan diri dengan membentuk lengkungan buah pisang. Lini belakang menyesuaikan diri pula, membentuk lengkungan buah pisang.
Lagi-lagi, bola berhasil lolos, diumpankan ke right midfielder lawan yang posisinya berada di belakang lini tengah kita. Dengan demikian bola melewati lini tengah kita, dan kini berada di hadapan lini belakang kita. Ini adalah keadaan yang cukup berbahaya, karena bola sudah berada di hadapan lini belakang kita. Karena bola berada di sisi kiri lapangan, maka left back kita bergerak mem-pressure bola, dibantu oleh left midfielder dan satu orang center midfielder terdekat. Tiga orang pemain kita mem-pressure bola (1+2).
Namun pergerakan salah seorang center midfielder lawan membuka ruang passing, dan bola pun berhasil diumpankan kepada center midfielder tersebut. Bola tetap berada di hadapan lini belakang kita, namun kita telah berpindah dari sisi kiri lapangan ke sisi tengah lapangan kita. Ini lebih berbahaya karena bola menjadi lebih dekat ke gawang kita.
Sesuai dengan rumus bertahan zonal defence, salah satu center back kita yang terdekat dengan bola bergerak mem-pressure bola dibantu oleh dua center midfielder kita (1+2), sementara ketiga back lainnya mengambil posisi lurus horisontal di belakang center back yang mem-pressure bola. Left back tidak bergerak mengejar bola namun bergerak ke belakang, karena pressure terhadap bola kini menjadi tanggung jawab center back yang terdekat dengan bola. Perhatikan bahwa center back lainnya dan right back disamping membentuk shape yang tepat juga memposisikan diri mengawal dua forward lawan.

Tips Singkat Bertahan


Image
Tim sepakbola amatir biasanya paling lemah dalam urusan bertahan (defending). Yang demikian ini karena mereka lebih banyak tahu tentang cara menyerang daripada cara bertahan. Mereka hanya beranggapan bahwa sepakbola adalah bagaimana menyerang dengan menawan. Kebanyakan mereka tidak punya perhatian yang besar terhadap seni bertahan. Ini berbeda dengan tim-tim sepakbola profesional yang sangat memperhatikan pertahanan. Bahkan, sebagian diantara mereka tidak segan-segan menerapkan sepakbola ’antifootball’ (yakni dengan cara bertahan total sampai-sampai seolah-seolah melupakan serangan) karena tidak ingin kalah dari lawannya (minimal kosong-kosong). Bagaimanakah bertahan itu? Berikut ini beberapa catatan penting seputar seni bertahan.
Pertama: Dalam sepakbola, ada dua cara utama untuk bertahan : 1.Mark-the-ball defense (zonal defense, block defense), yang prinsipnya adalah menciptakan pagar (block) atau lapis-lapis defender terhadap bola yang sedang dikuasai lawan dan memasuki daerah pertahanan kita. Cara bertahan ini bisa dikatakan hemat energi. 2.Man-to-man defense (personal defense), yang dilakukan dengan cara menempel (mengawal) beberapa pemain lawan secara individual, ketika tim lawan sedang menguasai bola dan bola memasuki daerah kita. Kita bisa menempeli dua atau tiga penyerang lawan, atau bahkan hanya menempeli satu orang penyerang lawan yang dianggap paling membahayakan. Seorang penempel (marker) haruslah seorang yang mahir mengumpan (buat apa bisa merebut bola tetapi kemudian tidak bisa mengumpankannya secara baik), pandai membaca keadaan, mahir melakukan tackling, berfisik kuat, dan memahami posisi timnya (sehingga tahu kapan harus menekan bola kedalam dan kapan harus menekan bola keluar). Jika Anda menempel seorang lawan, bisa juga Anda meminta teman kita untuk ganti menempel sang lawan tersebut ketika sang lawan tersebut mendekat ke teman kita tersebut.
Kedua: Ketika bertahan, usahakan untuk selalu berada diantara lawan dan gawang Anda. Tutuplah gawang Anda.
Ketiga: Bagi seorang defender, terutama last defender, yang harus menjadi perhatiannya adalah bola, bukan gerakan tubuh lawan. Sampai-sampai muncul ungkapan : ”Lawan boleh lewat asalkan bolanya tidak lewat”.
Keempat: Bertahan hendaknya dilakukan secara berlapis, sehingga jika lawan bisa melewati seorang defender akan ada defender lainnya yang sudah siap menghadang. Pertahanan dikatakan tebal (deep) jika memiliki banyak lapis pertahanan. Semakin tebal pertahanan tim kita berarti semakin baik. Demikian pula, jika tim kita kehilangan bola maka hendaknya sejumlah pemain segera berlari ke belakang untuk membentuk lapis-lapis pertahanan. Akan tetapi, tidak kemudian semua pemain berlari mendekati gawangnya. Mesti ada para pemain tengah dan depan yang tetap bersiap agak jauh dari gawang untuk bersiap melakukan serangan balik. Sementara itu, pertahanan dikatakan rata (flat) jika hanya memiliki satu lapis pertahanan saja. Ketika menerapkan pertahanan yang rata, dengan mudah kita bisa menciptakan perangkap offside.
Kelima: Jika Anda adalah last defender, setidak-tidaknya hambatlah (ulur-ulurlah) pergerakan lawan sambil menunggu teman-teman Anda membantu pertahanan.
Keenam: Ketika menghadang lawan, sebisa mungkin Anda tetap tegak dan seimbang, karena seringkali lawan melakukan manuver yang menuntut Anda untuk tetap bisa mengejar dan menghadangnya.
Ketujuh: Ketika menghadang lawan, Anda tidak harus bisa merebut bola darinya. Setidak-tidaknya, Anda bisa menghalanginya untuk bisa mengumpan kepada temannya atau Anda bisa mempersempit ruang geraknya untuk menusuk ke daerah pertahanan Anda. Demikian pula, bayangilah setiap pemain lawan yang potensial untuk diberi umpan.
Kedelapan: Jika Anda menghadang atau membayangi penyerang lawan yang sedang membawa bola di sepertiga pertahanan Anda, bayangilah ia secara longgar (jangan terlalu dekat kepadanya) karena jika Anda terlalu dekat maka ia akan lebih mudah lepas dari Anda.
Kesembilan: Dalam keadaan yang sangat berbahaya dan genting, seorang defender disarankan untuk melakukan sapu bersih (clearing).
Kesepuluh: Seorang defender harus berusaha sebisa mungkin untuk tidak terjatuh atau mati langkah. Jadikan sliding tackle sebagai pilihan terakhir, karena jika Anda melakukan sliding tackle maka Anda terjatuh sehingga akan sulit jika ternyata bola tidak berhasil Anda curi sementara lawan masih berdiri tegak.
Kesebelas: Hendaknya tim Anda selalu mengantisipasi serangan balik lawan.
Keduabelas: Menciptakan perangkap offside juga termasuk bagian dari bertahan.

Taktik Individual Bertahan


Strategi bertahan sebagus apapun tidak akan banyak berguna jika tidak didukung oleh taktik individual yang bagus dari para pemainnya. Setiap pemain harus mengetahui dan terlatih bagaimana secara individual masing-masing dari mereka bisa bertahan.
Pertama-tama yang harus dilakukan oleh setiap pemain dalam bertahan adalah berusaha untuk memotong umpan (passing) yang dilakukan oleh lawan. Jika ini tidak bisa, hal yang harus dilakukan tergantung pada posisi pemain lawan yang sedang menerima umpan.
Jika pemain lawan tersebut dalam posisi yang dekat, maka pemain kita harus berusaha mengganggu dan merebut bola darinya begitu ia menerima umpan. Tekanlah bola secepat mungkin. Jangan biarkan ia berlama-lama memegang bola. Bergeraklah ke arahnya ketika bola masih dalam perjalanan, sehingga begitu bola sampai ke kakinya, saat itu pula dia sudah akan menerima gangguan kita. Dan sebaik-baik waktu untuk mengganggu lawan adalah ketika pertama kali dia menerima bola (saat mengontrol bola pertama kali).
Lakukan pressing dengan ketat sehingga pemain lawan tersebut kesulitan (baca: tidak bisa) untuk berbalik menghadap ke arah Anda. Jangan biarkan ia berbalik menghadap ke arah Anda. Sebaliknya, press ia dengan agresif dan berusahalah merebut bola dengan agresif, tanpa harus melakukan pelanggaran. Sebisa mungkin pula, giringlah ia menjauhi daerah berbahaya tim Anda.
Adapun jika pemain lawan yang menerima umpan berada dalam posisi yang jauh, maka pemain kita hendaknya bergerak mendekatinya untuk selanjutnya membayanginya (meng-contain). Dalam membayangi, jarak dengan pemain lawan yang membawa bola janganlah terlalu dekat karena ia akan mudah lewat. Namun juga jangan terlalu jauh sehingga ia terlalu leluasa.
Kuda-kuda yang biasa dipakai ketika membayangi adalah kuda-kuda samping. Kuda-kuda ini mirip dengan kuda-kuda kumite dalam pertandingan karate atau taekwondo. Satu kaki agak maju dan yang lainnya agak ke belakang. Tubuh menghadap serong ke depan samping. Pergerakan dilakukan mengikuti pergerakan pemain lawan yang sedang membawa bola. Jangan sampai kalah cepat.
Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan step-in (Jawa: njangkah) ketika lawan mengontrol bola secara closed (bola dekat dengan kakinya). JIka ini dilakukan, hampir pasti lawan yang skillful akan bisa lewat dan mengecoh. Anda baru boleh step-in untuk merebut bola pada saat bola berada agak jauh dari kakinya. Temukan celah tersebut, dan silakan melakukan step in.
Cara yang cukup praktis untuk merebut bola adalah dengan menempatkan tubuh kita diantara lawan dan bola. Selamat mencoba dan selamat berlatih.

Tips Singkat Strategi dan Taktik


Image
Betapapun bagus skill yang dimiliki para pemain sebuah tim, semuanya tidak akan banyak berarti jika tidak didukung dengan taktik dan strategi yang handal. Sebagaimana dalam sebuah peperangan, taktik dan strategi memegang peranan yang amat menentukan bagi kalah dan menangnya sebuah tim. Oleh karena itu, semua pemain dalam sebuah tim harus memahami strategi dan taktik yang telah ditetapkan. Jika tidak demikian, permainan tim tersebut tidak akan ’menyatu’. Masing-masing pemain akan bermain sendiri-sendiri tanpa kerjasama dan koordinasi yang baik. Berikut ini beberapa hal penting seputar strategi dan taktik bermain sepakbola.
1.Ketika tim kita menyerang, jangan lupakan pertahanan. Tim yang kuat bukanlah tim yang hanya hebat dalam menyerang. Lebih dari itu, kemampuan bertahan sama pentingnya dengan kemampuan menyerang.
2.Ketika tim kita kehilangan bola, maka tim kita harus beralih dari ’menyerang’ menuju ’bertahan’. Secara umum, jika tim kita bertahan maka hendaknya posisi para pemain saling berdekatan satu sama lain untuk membentuk pertahanan yang masif. Adapun jika tim kita menyerang maka hendaknya posisi para pemain saling berjauhan untuk menciptakan ruang-ruang yang lebar dan untuk menceraiberaikan pertahanan lawan.
3.Ketika tim kita bertahan (kehilangan bola), lebih baik jika kita membayangi lawan-lawan kita dengan berdiri di belakang mereka karena mereka nantinya akan menuju ke arah kita dan agar ia tidak lepas dari kawalan kita karena kita bisa terus melihatnya.
4.Menyerang bisa dilakukan dengan dua cara : 1.Serangan langsung (direct attack) : dilakukan dengan mengusahakan agar bola secepat mungkin bisa memasuki daerah pertahanan lawan, yakni dengan banyak melakukan umpan ke arah depan. 2.Serangan tidak langsung (indirect attack) : akan berlangsung lebih lambat karena kita akan menggunakan umpan-umpan ke samping dan ke belakang sembari mencari celah kelemahan lawan. Jika para pemain tim kita kurang terampil dan tidak terlalu mahir dalam umpan-mengumpan, sebisa mungkin kita senantiasa menyerang secara langsung.
5.Jika tim Anda ingin membangun serangan dari belakang (berarti bola dari belakang akan ditransfer ke tengah dulu baru kemudian ke depan) maka tim Anda harus memiliki para pemain belakang yang cukup terampil (jika tidak, lawan akan dengan mudah bisa mencuri bola dari para pemain belakang tim Anda) dan juga para pemain tengah yang bisa mengatasi para pemain tengah lawan.
6.Berdasarkan bagaimana umpan-umpan dilakukan, terdapat dua gaya bermain : 1.Gaya menguasai bola (possession style) : dilakukan dengan melakukan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki. Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan gaya bermain ini adalah untuk tidak lupa bahwa tujuan utama bermain adalah mencetak gol. Jangan hanya asyik melakukan banyak umpan-umpan pendek tetapi melupakan tujuan utama permainan. 2.Gaya bola-bola panjang (long passes style). Adalah hal yang mungkin untuk menggabungkan dua gaya bermain tersebut. Contohnya adalah Ajax Amsterdam yang seringkali menggunakan possession style di sepertiga tengah lapangan dilanjutkan dengan secara tiba-tiba melakukan umpan panjang ke kotak penalti. Tentu saja, harus ada penyerang yang sudah siap menyambut bola panjang tersebut dan mengeksekusinya.
7.Jika tim Anda bermain dengan bola-bola panjang (pemain belakang sering memberikan umpan panjang langsung ke pemain depan), usahakan agar tim Anda tetap melakukan umpan-umpan pendek di daerah pertahanan lawan. Jika tidak, tim Anda akan kesulitan untuk melakukan finishing.
8.Jika pertahanan lawan cenderung maju, sangat baik jika tim kita sering melakukan serangan balik dengan cepat. Namun jika pertahanan lawan cenderung tetap di belakang dan memelihara kedalaman, sangat baik jika kita menyerang dengan umpan-umpan pendek.
9.Dalam serangan mesti terlibat dua atau tiga orang penyerang : 1) penyerang pertama, yakni penyerang yang membawa bola, 2) penyerang kedua, dan 3) penyerang ketiga. Penyerang kedua dan penyerang ketiga hendaknya berlari kira-kira tiga langkah lebih ke belakang daripada penyerang pertama untuk menghindari offside.
10.Ketika tim Anda menyerang hendaknya para pemain belakang juga ikut menekan ke depan sehingga bisa men-support serangan dan melakukan pressure terhadap bola, sekaligus untuk membuat lawan mudah terperangkap offside. Tetapi ada syaratnya : para pemain belakang tersebut mesti memiliki kecepatan dan stamina yang baik. Lebih aman lagi jika tim Anda memiliki seorang sweeper.
11.Ketika tim Anda menyerang dan memasuki daerah lawan, sangatlah baik untuk memanfaatkan lebar lapangan karena hal ini akan membuat barisan pertahanan lawan menyebar dan tercerai-berai, sehingga terciptalah celah-celah untuk menembus pertahanan mereka.
12.Jika para pemain tim Anda mahir dalam menguasai bola, perhatikanlah bahwa di lapangan biasanya terbentuk dua daerah : daerah padat dan daerah kosong. Pancinglah para pemain lawan untuk membentuk daerah padat dan menyisakan daerah kosong pada bagian lapangan yang lain. Lalu, dengan cara yang sulit diantisipasi, pindahkanlah bola ke daerah kosong dan dari sana ciptakanlah gol ke gawang lawan.
13.Agar tim Anda bisa melakukan serangan balik (counterattack), pastikan bahwa ketika pertahanan tim Anda terdesak, masih ada satu atau dua orang penyerang tim Anda yang tetap berada di tengah lapangan atau bahkan lebih ke depan lagi, tergantung pada posisi bek lawan.
14.Ketika bola dikuasai oleh lawan di sekitar gawang kita, kita harus melakukan pressure terhadap bola sehingga serangan mereka bisa kita patahkan atau setidak-tidaknya kita hambat. Adapun ketika lawan menguasai bola di daerah pertahanan mereka, kita juga harus melakukan pressure terhadap bola sehingga kita bisa merebut dan menguasai bola untuk kemudian mencetak gol. Hendaknya para pemain depan tim kita senantiasa berusaha untuk bisa mencuri bola yang sedang dikuasai oleh para pemain belakang lawan. Jika hal itu berhasil dilakukan, peluang mencetak gol cukuplah besar.
15.Dalam permainan, tim kita harus menentukan formasi bermainnya. Kita menentukan formasi tertentu untuk memastikan adanya supportdepthwidth, dan field coverage baik dalam serangan ataupun pertahanan. Setiap pemain mesti bertanggung jawab atas posisi atau daerahnya. Sebagai contoh, seorang pemain sebelah kanan jangan sampai berada terlalu jauh di sebelah kiri lapangan (kecuali kalau ada cross over, itupun untuk sementara waktu saja), karena akan menyebabkan kekosongan di daerahnya. Setiap pemain harus memainkan posisinya dengan baik dan mempercayai teman-temannya untuk memainkan posisi mereka masing-masing. Penentuan formasi tim hendaknya didasarkan pada : 1) kemampuan (keterampilan) para pemain tim kita, 2) kecepatan dan daya tahan para pemain tim kita, 3) panjang dan lebar lapangan, 4) kekuatan dan kelemahan tim lawan.

Elemen-elemen Serangan


Berikut ini elemen-elemen serangan dalam sepakbola. Pertama, umpan biasa. Maksudnya adalah umpan bola bawah, yang merupakan elemen yang paling dominan dipakai dalam membangun serangan. Untuk menjamin sebuah serangan yang kuat dan tak terpatahkan, umpan-umpan harus dilakukan dengan lugas, tegas, dan akurat. Para pemain harus bergerak secara dinamis untuk mencari ruang dan melepaskan diri dari bayangan lawan, agar bisa terus melakukan umpan dari satu pemain ke pemain yang lainnya.
Kedua, umpan satu dua (one-two pass, wall pass). Ini adalah satu kombinasi umpan, yang biasanya mengejutkan dan tidak terantisipasi oleh lawan. Umpan-umpan satu dua yang dilakukan di daerah pertahanan lawan seringkali mampu menembus barikade pertahanan lawan yang sangat kuat sekalipun.
Ketiga, umpan terobosan (through pass). Umpan ini biasanya hanya dipakai di daerah pertahanan lawan, karena umpan ini tidak jarang gagal dan bisa diantisipasi oleh lawan. Namun jika berhasil, umpan ini seringkali merupakan assist bagi terciptanya sebuah gol. Dari segi arahnya, umpan terobosan ini banyak macamnya: dari tengah langsung lurus ke depan, dari tengah ke samping depan, dan dari samping ke tengah depan. Umpan terobosan bisa dibedakan pula antara umpan terobosan bawah dan umpan terobosan lambung.
Keempat, umpan jangkar. Yang disebut dengan umpan jangkar adalah umpan yang arahnya dari depan ke belakang, yang biasanya dilakukan dalam rangka untuk mempertahankan penguasaan bola atau untuk mengubah arah serangan. Umpan jangkar bukanlah sesuatu yang tabu dalam sepakbola. Yang disebut menyerang tidak harus dilakukan dengan selalu mengumpan ke arah depan. Kalau boleh diistilahkan, umpan jangkar adalah ‘mundur (sejenak) untuk (maju) menang’.
Kelima, umpan silang (crossing). Umpan silang, terutama dalam pola 4-4-2, sangatlah efektif untuk bisa menciptakan sebuah gol. Umpan silang bisa diarahkan ke tiang dekat, persis di depan gawang, atau ke tiang jauh. Bentuknya pun bisa bola bawah ataupun bola lambung (drive, bukan loft).
Keenam, umpan panjang (long ball). Dari segi arahnya, umpan panjang ada yang dari sisi tepi ke sisi depan tengah (misalnya dari pemain sisi luar ke depan gawang), dari sisi tengah ke sisi depan sayap (misalnya ke pemain sayap), atau dari belakang lurus ke depan (baik yang dilakukan di sisi tepi lapangan ataupun di sisi tengah lapangan).
Ketujuh, tembakan jarak jauh. Tembakan jarak jauh yang akurat dan keras bak geledek seringkali bisa memecah kebuntuan serangan dan merobek gawang lawan. Diantara pemain yang sangat ahli melakukannya adalah Steven Gerrard dan Frank Lampard.
Kedelapan, trik individu. Trik individu kadangkala diperlukan untuk menembus pertahanan lawan yang kokoh. Lakukanlah trik individu hanya jika tidak ada lagi cara lainnya untuk menerobos pertahanan lawan dan membobol gawang mereka. Namun ingat, lakukanlah trik individu hanya di daerah pertahanan lawan, karena memang di daerah ini kita boleh dan bahkan harus melakukan melakukan percobaan-percobaan yang berani dan kreatif. Kalaupun trik individu yang kita lakukan gagal, toh bola masih jauh dari pertahanan kita.
Kesembilan, bola mati (set piece). Bola mati tidaklah boleh diremehkan. Tidak sedikit gol-gol tercipta dari eksekusi bola mati. Diantara macam bola mati adalah sepak pojok (corner kick), tendangan bebas (free kick) dan lemparan kedalam (throw -in).

Dimana Mulai Menekan Bola?


Salah satu hal penting yang tidak boleh lupa untuk diinstruksikan kepada para pemain di lapangan adalah dimana mereka mulai menekan bola ketika lawan menguasai bola. Dalam hal kapan mulai menekan bola, ada tiga opsi yang bisa dipilih: 1) menekan bola semenjak bola tersebut berada di daerah pertahanan lawan, 2) menekan bola semenjak bola memasuki sepertiga tengah lapangan, dan 3) menekan bola ketika bola sudah memasuki daerah pertahanan kita. Untuk diketahui, lapangan sepakbola bisa dibagi menjadi 3 daerah: 1/3 yang terdekat dengan gawang kita disebut daerah pertahanan kita, 1/3 yang ditengah disebut sebagai 1/3 tengah lapangan, dan 1/3 yang terjauh adalah daerah pertahanan lawan.
Kembali pada pertanyaan: kapan tim kita harus mulai menekan bola yang sedang dikuasai oleh lawan? Manakah satu dari tiga opsi diatas tadi yang kita pilih?
Sebetulnya, sebuah tim bisa saja mengambil ketiga opsi tersebut dalam satu pertandingan. Hanya, masing-masing opsi harus diambil pada waktu yang tepat.
Menekan bola sejak dari pertahanan lawan biasa dilakukan: 1) pada saat sepak pojok, 2) pada awal babak pertama atau awal babak kedua, 3) saat sebuah tim tertinggal gol, terutama pada akhir babak kedua, dan 4) saat tim lawan dikenai kartu merah sehingga jumlah pemainnya berkurang.
Mulai menekan bola ketika bola memasuki 1/3 tengah lapangan adalah kondisi normal sebuah tim dalam merebut bola, karena tidak terlalu memforsir tenaga namun juga tidak terlalu pasif. Ketika tim Anda menggunakan opsi ini, biarkan saja bola dimainkan oleh lawan di daerah pertahanan mereka. Baru ketika bola masuk 1/3 tengah lapangan, kita mulai melakukan tekanan pada bola.
Sedangkan menekan bola hanya ketika bola sudah memasuki daerah pertahanan kita biasanya dilakukan di akhir babak kedua sementara tim kita unggul dalam jumlah gol, atau jika ada anggota tim kita yang terkena kartu merah sehingga kita kalah jumlah pemain. Opsi ini juga bisa kita ambil manakala tim lawan kita pandang jauh lebih berkualitas, dan kita hanya ingin agar gawang kita tidak kebobolan. Opsi ini juga bagus untuk dilaksanakan sebagai jeda (sela) untuk rehat para pemain selama bertanding, dimana pada saat itu mereka juga bisa mengatur kembali posisi mereka masing-masing.